BOTCENTRA DOCS

Hubungkan. Konfigurasikan. Jalankan.

Panduan penggunaan untuk Owner dan tim. Panduan deployment lengkap tersedia dalam SETUP.md pada paket proyek.

1. Connect Telegram

  1. Buka akun resmi @BotFather, jalankan /newbot, dan salin token.
  2. Di dashboard Bots, tambahkan nama dan token. Jalankan Test Connection.
  3. Tambahkan bot sebagai administrator group; beri izin Delete messages dan Restrict members untuk STRICT.
  4. Tambahkan numeric chat ID di Groups & Channels. Jalankan Check Permissions.
  5. Setup Webhook menggunakan domain utama dan URL /webhook/{key}. Webhook memproses pesan; cron dari control panel menyelesaikan antrean tertunda.

Untuk mode otomatis, bot harus dapat melihat seluruh pesan. Gunakan status administrator atau atur /setprivacy melalui BotFather. Satu bot hanya dapat memakai satu webhook.

2. AI Assistant

Pilih bot di AI Assistant. Atur instruksi, bahasa, profile AI dan kapan bot menjawab. Assistant default OFF; moderation default ON.

  • Directed: mention @username, reply ke bot, atau /ask, /help, /start.
  • Mention / Reply / Command: hanya trigger yang dipilih.
  • Auto: semua pesan teks dari pengguna biasa; membutuhkan konfirmasi.
  • Private: opsional, pesan privat dijawab tanpa memerlukan mention.

Atur cooldown per pengguna/chat dan batas respons per hari UTC. Respons bot lain, sender anonim dan channel post tidak dijawab. Pesan yang ditandai untuk review atau penghapusan tidak memperoleh respons assistant. Pesan edit tidak memicu jawaban ulang.

Test Assistant memakai kuota, tetapi tidak mengirim jawaban ke Telegram. AI Answers menampilkan status pengiriman dan sumber knowledge. Riwayat maksimal tiga pasangan tanya-jawab dalam 24 jam diambil hanya dari bot, chat dan pengguna yang sama.

3. Custom Knowledge

Tambahkan FAQ, produk, dokumentasi atau SOP di Knowledge. Pilih bot dan isi teks; Anda juga dapat mengunggah TXT/MD UTF-8 maksimal 256 KiB. Konten dibatasi 100.000 karakter per sumber.

Untuk mengimpor knowledge dari halaman website, isi URL HTTPS dan kosongkan konten. BotCentra mengimpor satu halaman teks publik tanpa menjalankan JavaScript, mengikuti redirect, atau melakukan crawling otomatis. Halaman login, PDF dan situs yang membutuhkan JavaScript tidak didukung.

Knowledge dibagi menjadi potongan teks dan dipilih berdasarkan relevansi kata kunci. Mode “Jawab hanya dari knowledge” meminta bot menyatakan jika informasi belum tersedia. Disable sumber untuk mengecualikannya dari jawaban berikutnya.

4. AI Moderation

Policy diwarisi system → owner → bot → chat. Brand policy dan whitelist dapat disesuaikan. MONITOR hanya menganalisis; MODERATE menghapus di atas ambang delete; STRICT juga ban di atas ambang ban. Mulai dari MONITOR dan periksa keputusan sebelum mengaktifkan tindakan otomatis.

ALLOW/DELETE/BAN/UNBAN dan review dicatat. ALLOW tidak dapat memulihkan pesan terhapus. Pengirim channel/anonim tidak diban sebagai akun pengguna biasa. Saat seluruh AI gagal atau kuota habis, moderasi melakukan ALLOW + LOG.

5. AI profiles, fallback & quota

Owner dapat memakai AI platform atau credential sendiri sesuai izin administrator. Susun profile dengan primary dan fallback, menggunakan model ID yang tersedia pada akun provider Anda.

Request assistant Telegram, chatbot website dan moderation menggunakan kuota Owner yang sama; satu pesan dapat memerlukan dua request. Setiap percobaan provider, termasuk fallback yang gagal, dihitung. Estimasi biaya memakai harga per juta token yang Anda isi; cek tagihan provider untuk biaya sebenarnya.

6. Chatbot website

Gunakan bot, profil AI, fallback dan knowledge yang sama dengan Telegram. Website memiliki pengaturan tampilan serta sesi pengunjung sendiri.

  1. Di AI Assistant, pilih bot dan profil AI aktif yang diizinkan untuk Owner. Isi instruksi, bahasa dan Knowledge Only sesuai kebutuhan. Assistant Telegram boleh OFF jika hanya melayani website.
  2. Buka Website Chatbot dan pilih bot tersebut. Isi nama, sambutan, warna, posisi dan ikon/avatar PNG atau WebP (maksimal 64 KiB dan 512 × 512 piksel).
  3. Isi origin website yang diizinkan, misalnya https://example.com dan https://www.example.com. Setiap domain/port perlu didaftarkan persis; wildcard dan path tidak didukung. HTTP hanya untuk localhost saat pengujian.
  4. Atur batas pesan, pesan per sesi, rate limit, batas harian dan retensi. Preview desktop/mobile tidak memakai kuota AI. Aktifkan lalu simpan widget.
  5. Salin snippet yang dihasilkan dan pasang sebelum </body> pada website Anda. Refresh website setelah perubahan pengaturan.
  6. Periksa jawaban pada Website Conversations dan penggunaan kanal website pada AI Usage.

Sesi pengunjung berlaku 24 jam. Jawaban berikutnya memakai maksimal tiga pasangan percakapan terakhir dari sesi tersebut; riwayat Telegram tidak ikut digunakan. Tombol percakapan baru membuat sesi baru tanpa menghapus log sebelumnya. Batas harian website 0 menghentikan jawaban website. Website tidak menjalankan tindakan delete/ban Telegram.

Kuota Owner dipakai bersama Telegram; percobaan fallback ikut dihitung. Saat AI tidak tersedia, widget memberi pemberitahuan agar pengunjung mencoba lagi atau menghubungi admin. Retensi log berjalan melalui jadwal maintenance deployment. Untuk website dengan Content Security Policy, ikuti pengaturan aset dan koneksi pada SETUP.md.

7. Pencarian web dan otomasi

AI & Knowledge → Pencarian Web: pilih bot, daftarkan domain persis dan URL pencarian dengan {query}. Cache mengurangi akses sumber; jawaban mencantumkan tautan dan waktu UTC. Situs login/JavaScript atau harga yang tidak tersedia dinyatakan belum dapat dipastikan.

Otomasi → Notulen & Ringkasan: pilih grup, aktifkan pencatatan, informasikan anggota, atur jam/zona waktu dan retensi. Admin grup memakai /rapat_mulai Judul, /rapat_status, /rapat_selesai atau /rapat_batal. Bot hanya mencatat teks/caption yang diterimanya; hasil notulen merupakan draft.

Pengumuman Terjadwal: pilih grup/channel, pesan tetap atau prompt AI, jam dan hari. AI memakai profile assistant bot, knowledge, pencarian web opsional dan kuota Owner. Tanpa sumber terkini, AI tidak boleh mengarang analisis pasar.

Jalankan /cron setiap 1–2 menit dari layanan cron hosting. Hasil & Status Kirim menampilkan laporan dan kegagalan. Jika status uncertain, periksa Telegram sebelum mencoba ulang; retry hanya mengirim hasil tersimpan.

7. Role & akses

Super Admin mengelola platform. Owner mengelola workspace, assistant, widget website, knowledge, AI dan policy. Manager menangani operasional bot/moderation dan dapat memakai playground; Manager dan Viewer dapat membaca log website milik workspace. Pengaturan widget hanya dapat diubah Owner atau Super Admin. Token dan API key tidak ditampilkan dalam daftar.